Rabu, 4 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
brksumbawa.orgbrksumbawa.org
brksumbawa.org - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Baru Mau Kerja? Ini Urutan yang Gue Lakuin Sebelum...

Baru Mau Kerja? Ini Urutan yang Gue Lakuin Sebelum Interview

Buat kamu yang baru pertama kali cari kerja, ini urutan praktis dari nol sampai hari-H interview. Nggak ribet, tinggal ikutin.

Baru Mau Kerja? Ini Urutan yang Gue Lakuin Sebelum Interview

Jujur aja, pertama kali gue harus interview kerja dulu tuh rasanya kayak mau ujian tanpa tahu materinya. Bingung mau mulai dari mana. Mau nanya temen, malu. Mau browsing, malah tambah pusing karena tipsnya kebanyakan dan saling bertentangan.

Nah, kalau kamu sekarang ada di posisi itu — baru mau nyemplung ke dunia kerja dan belum tahu urutannya — artikel ini buat kamu. Gue bakal cerita urutan yang gue lakuin sendiri, dari yang paling dasar sampai hari-H. Nggak ada teori muluk, cuma langkah-langkah yang memang kepakai.

Baca juga: Cara Jawab Pertanyaan Gaji saat Interview Tanpa Salah Langkah

Mulai dari yang paling sering dilewatin: kenal diri sendiri dulu

Kedengarannya klise, tapi ini yang paling sering dilewatin pemula. Banyak orang langsung bikin CV tanpa mikir mau kerja jadi apa. Akhirnya CV-nya generik, dan pas ditanya "kenapa kamu melamar posisi ini?" jawabannya ngambang.

Coba luangin satu sore buat jawab tiga pertanyaan ini di catatan HP atau buku:

  • Apa yang kamu lumayan jago? Nggak harus yang keren. Bisa jadi kamu jago ngobrol sama orang, rapi banget kalau nyusun data, atau cepat belajar aplikasi baru.
  • Apa yang kamu nggak betah lakuin? Ini penting. Kalau kamu nggak tahan duduk diam 8 jam, jangan lamar kerjaan yang isinya input data seharian.
  • Kamu mau belajar apa? Buat pemula, kerja pertama itu bukan soal gaji besar, tapi soal kamu bisa tumbuh di sana atau nggak.

Dari tiga jawaban itu, biasanya udah kelihatan 2-3 jenis posisi yang masuk akal buat kamu lamar. Simpan catatan ini, karena nanti bakal kepakai lagi pas bikin CV dan pas interview.

Bikin CV yang jujur, bukan yang mengesankan

Gue pernah lihat CV pemula yang isinya bahasa Inggris semua padahal kemampuan bahasa Inggrisnya pas-pasan. Hasilnya? Pas interview, dia kena tes dan langsung ketahuan. Nggak enak banget.

Buat yang baru mulai, CV kamu nggak perlu tebal. Satu halaman cukup. Yang penting ada:

  • Data diri dan kontak yang benar-benar aktif (email yang kamu cek tiap hari, nomor WA yang hidup)
  • Pendidikan terakhir
  • Pengalaman apa pun yang relevan — organisasi kampus, kepanitiaan, kerja part-time, freelance kecil-kecilan. Semua dihitung.
  • Skill yang kamu kuasai, tulis apa adanya. Kalau cuma "basic", tulis basic.

Yang nggak kalah penting: sesuaikan sedikit isi CV dengan posisi yang kamu lamar. Nggak perlu nulis ulang dari nol tiap kirim lamaran, cukup geser urutan dan sesuaikan bagian skill. Ini bikin CV kamu kelihatan niat, bukan asal sebar.

Soal lamaran yang dikirim banyak-banyak

Gue ngerti rasanya panik dan ngirim lamaran ke 50 perusahaan sekaligus. Tapi pengalaman gue, ngirim 10 lamaran yang beneran disesuaikan hasilnya jauh lebih baik daripada 50 lamaran copy-paste. Rekruter itu bisa bedain, lho, mana yang beneran baca lowongan dan mana yang asal klik.

Persiapan interview: yang paling nggak boleh kamu skip

Dapet panggilan interview itu udah setengah jalan. Sekarang bagian yang bikin banyak pemula gugup: hari-H. Tenang, ini yang bisa kamu siapin jauh-jauh hari.

Pertama, cari tahu perusahaannya. Minimal kamu tahu mereka bergerak di bidang apa dan posisi yang kamu lamar isinya ngapain. Cukup 20 menit baca website dan media sosial mereka. Pas ditanya "kamu tahu nggak kami ngapain?" kamu nggak blank.

Kedua, siapin cerita tentang dirimu. Pertanyaan "coba ceritakan tentang diri kamu" hampir pasti muncul. Latih jawabannya, tapi jangan dihafal kata per kata — nanti kaku. Cukup tahu poin-poinnya: siapa kamu, apa yang kamu bisa, kenapa kamu tertarik posisi ini.

Ketiga, siapin pertanyaan buat mereka. Ini sering dilupain. Di akhir interview biasanya kamu dikasih kesempatan nanya. Manfaatkan. Tanya hal kayak "seperti apa tim yang nanti saya masuki?" atau "apa tantangan terbesar posisi ini?" Pertanyaan begini bikin kamu kelihatan serius, bukan cuma cari kerja asal dapat.

Opini gue: jangan takut nanya soal jam kerja dan budaya kerja. Itu hak kamu. Kerja itu hubungan dua arah, bukan kamu yang cuma minta diterima.

Hari-H: hal kecil yang sering bikin gagal

Banyak yang udah persiapan mati-matian tapi kalah di hal sepele. Gue pernah dateng interview telat 15 menit karena salah hitung waktu tempuh. Nggak nyaman banget sepanjang sesi, dan hasilnya ya nggak bagus.

Beberapa hal yang sekarang selalu gue lakuin:

  • Dateng 15-20 menit lebih awal. Kalau macet, hitungannya udah masuk buffer.
  • Cek rute sehari sebelumnya, apalagi kalau lokasinya belum pernah kamu datangi.
  • Pakai pakaian rapi yang bikin kamu nyaman — nggak harus mahal, yang penting bersih dan nggak berlebihan.
  • Bawa salinan CV dan alat tulis. Kadang diminta, kadang nggak, tapi lebih baik siap.
  • Matikan atau silent HP. Serius, ini sering kejadian dan bikin suasana jadi canggung.

Pas interview-nya sendiri, kunci utamanya cuma satu: jawab dengan jujur dan tenang. Kalau ada yang nggak kamu tahu, bilang nggak tahu, lalu tambahin "tapi saya mau belajar soal itu". Jawaban kayak gini jauh lebih dihargai daripada ngasal.

Dan kalau ternyata hasilnya belum berhasil — ingat aja, itu bukan akhir. Gue dulu sempat ditolak tiga kali sebelum akhirnya keterima. Tiap penolakan, gue catat pertanyaan yang bikin gue blank, terus gue latih jawabannya. Lama-lama interview itu jadi kayak ngobrol biasa, nggak serem lagi.

Yang paling penting buat kamu yang baru mulai: mulai aja dulu. Nggak perlu nunggu siap 100%. Persiapan sambil jalan itu normal, dan tiap interview yang kamu lewatin bikin kamu makin paham cara main di dunia kerja. Semangat, ya!

Tags: interview kerja karier pemula tips wawancara dunia kerja fresh graduate